PENDAHULUAN ILMU POLITIK
A. perkembangan dan Definisi Ilmu Politik
Ilmu politik telah berkembang dari berbagai bidang studi yang berkaitan, teemasuk sejarah, filsafat, hukum, dan ekonomi. Ilmu politik yang dahulu berkembang menjadi bidang studi yang khusus, yaitu studi teoretis dan praktik tentang menyusun negara dan politik yang telah dimulai sekarang-kurangnya pada masa Yunani kuno, kurang lebih 500 sampai 300 SM.
Menurut Miriam Budiardjo, ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar,rangka,fokus dan ruang lingkup yang jelas.
B. Pengertian Politik dan Ilmu Politik
Ilmu adalah pengetahuan yang disusun secara metodis, sistematis, objektif dan umum. Sedangkan, Pengetahuan adalah yang diperoleh dalam proses mengetahui, tanpa memerhatikan objek, cara, dan kegunaannya. Jadi kesimpulannya, Ilmu dapat menambah pengetahuan, sementara pengetahuan disistematisasikan oleh ilmu.
Politik berasal dari bahasa Yunani, polis yang artinya negara-kota. Definisi politik masa modern mencakup pemerintah suatu negara dan organisasi yang didirikan manusia lain, bahwa 'pemerintah'adalah otoritas yang terorganisasi dan menekankan pelembagaan kepemimpinan serta pengalokasian nilai secara otoritatif. Otoritatif adalah kewenangan yang absah disuatu wilayah untuk menyelenggarakan kekuasaan.
Andrew Heywood mengajukan empat asumsi, yaitu sebagai berikut:
1. Politik sebagai Seni Pemerintahan
Artinya, politik adalah penerapan kendali didalam masyarakat melalui pemberdayaan keputusan kolektif. Asumsi ini adalah yang paling tua dan telah berkembang sejak masa Yunani kuno.
2. Politik sebagai Hubungan Publik
Aristoteles dalam bukunya, Politics, bahwa manusia adalah binatang politik. Lalu, dilakukan pembedaan antara lingkup publik dan privat. Kedua lingkup tersebut diperbesar menjadi state (kembangan publik) dan civil society (kembangan privat).
3. Politik sebagai Kompromi dan Konsensus
Dalam asumsi ini, kompromi dan konsensus dilawankan dengan brutalitas, pertumpahan darah, dan kekerasan.
4. Politik sebagai Kekuasaan
Dalam asumsi ini, politik dilihat sebagai penggunaan "kapital" (yaitu, kekuasaan) dalam konteks produksi,distribusi,dan penggunaan sumber daya tersebut.
C. Ontologi Ilmu Politik
Ontologi, epistemologi, dan aksiologi merupakan aspek-aspek khas ilmu. Miriam Budiarjo menyebutkan lima objek ontologis ilmu politik, yaitu:
D. Epistomologi Ilmu Politik
Secara sederhana, epistemologi berarti cara suatu ilmu dibangun. Berdasarkan periode kelahirannya, ilmu politik dibagi dalam tiga pendekatan, yaitu:
B. Pengertian Politik dan Ilmu Politik
Ilmu adalah pengetahuan yang disusun secara metodis, sistematis, objektif dan umum. Sedangkan, Pengetahuan adalah yang diperoleh dalam proses mengetahui, tanpa memerhatikan objek, cara, dan kegunaannya. Jadi kesimpulannya, Ilmu dapat menambah pengetahuan, sementara pengetahuan disistematisasikan oleh ilmu.
Politik berasal dari bahasa Yunani, polis yang artinya negara-kota. Definisi politik masa modern mencakup pemerintah suatu negara dan organisasi yang didirikan manusia lain, bahwa 'pemerintah'adalah otoritas yang terorganisasi dan menekankan pelembagaan kepemimpinan serta pengalokasian nilai secara otoritatif. Otoritatif adalah kewenangan yang absah disuatu wilayah untuk menyelenggarakan kekuasaan.
Andrew Heywood mengajukan empat asumsi, yaitu sebagai berikut:
1. Politik sebagai Seni Pemerintahan
Artinya, politik adalah penerapan kendali didalam masyarakat melalui pemberdayaan keputusan kolektif. Asumsi ini adalah yang paling tua dan telah berkembang sejak masa Yunani kuno.
2. Politik sebagai Hubungan Publik
Aristoteles dalam bukunya, Politics, bahwa manusia adalah binatang politik. Lalu, dilakukan pembedaan antara lingkup publik dan privat. Kedua lingkup tersebut diperbesar menjadi state (kembangan publik) dan civil society (kembangan privat).
3. Politik sebagai Kompromi dan Konsensus
Dalam asumsi ini, kompromi dan konsensus dilawankan dengan brutalitas, pertumpahan darah, dan kekerasan.
4. Politik sebagai Kekuasaan
Dalam asumsi ini, politik dilihat sebagai penggunaan "kapital" (yaitu, kekuasaan) dalam konteks produksi,distribusi,dan penggunaan sumber daya tersebut.
C. Ontologi Ilmu Politik
Ontologi, epistemologi, dan aksiologi merupakan aspek-aspek khas ilmu. Miriam Budiarjo menyebutkan lima objek ontologis ilmu politik, yaitu:
- Negara (state)
- Kekuasaan (power)
- Pengambilan keputusan (decision-making)
- Kebijaksanaan umum (public policy)
- Pembagian (distribution)
D. Epistomologi Ilmu Politik
Secara sederhana, epistemologi berarti cara suatu ilmu dibangun. Berdasarkan periode kelahirannya, ilmu politik dibagi dalam tiga pendekatan, yaitu:
- Pendekatan tradisional
- Pendekatan behavioral
- Pendekatan pos-behavioral
E. Filsafat Politik
Filsafat politik adalah pendekatan ilmu politik yang relatif abstrak, sebab berbicara pada dataran filosofis kegiatan politik. Salah satu filsuf yang mempromosikan filsafat politik adalah Pluto. Bagi Pluto, negara terdiri menjadi tiga, yaitu(1)para penjamin makanan (pekerja); (2) para penjaga; (3) para pemimpin.
F. Pendekatan Institusional
Pendekatan ini menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. Fokus pendekatan konstitusional adalah kekuasaan dalam konstitusi yang membagi tanggung jawab para para penyelenggara negara.
G. Pendekatan Behavioral
Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga, seperti pendekatan institusionalisme)
H. Pendekatan Plural
Pendekatan ini adalah interaksi antar kelompok tersebut.
I. Pendekatan Struktural
Pendekatan ini adalah fungsi di negara oleh struktur di tengah masyarakat, bukan oleh mereka yang duduk diposisi lembaga-lembaga politik.
J. Pendekatan Developmental
Pendekatan ini menekankan aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negara-negara baru.
K. Aksiologi Ilmu Politik 6
Aksiologi ilmu politik adalah memberi "jalan atau cara" yang lebih baik dalam hal negosiasi kepentingan antarkelompok dalam masyarakat. Ilmu politik (menurut Aristoteles) bertujuan "membahagiakan hidup manusia" yang tinggal dalam wilayah yang sama.
L. Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Lain
Ilmu politik tidak benar-benar bersifat independen (berdiri secara bebas), sebab ilmu politik juga dipengaruhi oleh ilmu lain.
M. Subdisiplin Ilmu Politik
Ilmu politik merupakan bidang keilmuwan yang cukup luas. Ada sembilan subdisiplin yang berada dalam naungan ilmu politik, yaitu sebagai berikut.
H. Pendekatan Plural
Pendekatan ini adalah interaksi antar kelompok tersebut.
I. Pendekatan Struktural
Pendekatan ini adalah fungsi di negara oleh struktur di tengah masyarakat, bukan oleh mereka yang duduk diposisi lembaga-lembaga politik.
J. Pendekatan Developmental
Pendekatan ini menekankan aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negara-negara baru.
K. Aksiologi Ilmu Politik 6
Aksiologi ilmu politik adalah memberi "jalan atau cara" yang lebih baik dalam hal negosiasi kepentingan antarkelompok dalam masyarakat. Ilmu politik (menurut Aristoteles) bertujuan "membahagiakan hidup manusia" yang tinggal dalam wilayah yang sama.
L. Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Lain
Ilmu politik tidak benar-benar bersifat independen (berdiri secara bebas), sebab ilmu politik juga dipengaruhi oleh ilmu lain.
M. Subdisiplin Ilmu Politik
Ilmu politik merupakan bidang keilmuwan yang cukup luas. Ada sembilan subdisiplin yang berada dalam naungan ilmu politik, yaitu sebagai berikut.
- Ilmu Politik (political science) mempelajari sejarah ilmu atau hubungan ilmu politik.
- Lembaga-lembaga politik mempelajari lembaga formal yang mencakup sistem kepartaian
- Tingkah laku politik mempelajari tidak hanya aktor dan lembaga politik formal
- Politik perbandingan mempelajari (a) perbandingan antarnegara (b) metode riset soal
- Hubungan internasional mempelajari politik internasional
- Teori politik secara khusus membangun pembangunan konsep baru dalam ilmu politik.
- Administrasi dan kebijakan publik
- Ekonomi politik
- Metodologi politik khusus mempelajari paradigma serta metode penelitian yang diterapkan dalam ilmu politik.
Komentar
Posting Komentar