Teori Elite Politik
Elite secara etimologis berasal dari kata eligere, yang berarti memilih. Kata "elite" menunjuk pilihan, pilihan bangsa,budaya,kelompok usia,dan orang-orang yang menduduki posisi yang lebih tinggi. Dengan kata lain, elite adalah sekelompok kecil orang dalam masyarakat yang memegang posisi dan peranan penting.
Menurut Pareto,umumnya elite berasal dari kelas yang sama, yaitu orang-orang kaya dan pandai yang mempunyai kelebihan dalam matematika, bidang musik, karakter moral dan sebagainya. Membagi masyarakat dalam dua kelas. Pertama, lapisan atas, yaitu elite yang memerintah(governing elite) dan elite yang tidak memerintah (nongoverning elite). Kedua, lapisan lebih rendah (nonelite).
Dari beberapa pandangan, dapat disimpulkan bahwa elite mempunyai kedudukan utama atau dominan dalam struktur masyarakat. Kedudukan tersebut didasarkan atas kemampuannya dalam membentuk atau menciptakan nilai-nilai yang diakui dan dihargai tinggi oleh masyarakat.
Secara umum, terdapat tiga sudut pandang teori elite.
Pertama, dari sudut pandang struktur
Kedua, sudut pandang lembaga atau organisasi
Ketiga, sudut pandang sumber daya kekuasaan.
Saint Simon menyatakan bahwa masyarakat terdiri atas tiga kelas sosial, yang saling terpisah dalam menjalankan fungsi-fungsi sosial. Ketiga fungsi itu menghendaki personalia khusus, yaitu:
- perencanaan tindakan sosial(fungsional intelegensi)
- melakukan pekerjaan industri yang esensial(fungsi motorik)
- pemenuhan kebutuhaan rohani manusia(fungsi sensorik)
Karl Manheim mempertegas bahwa elite mempunyai fungsi untuk berbuat demi kepetingan kolektivitas, bukan motif kepentingan individu yang lapar kekuasaan, yang menentukan macam elite yang akan muncul. Definisi elite adalah mereka yang memperoleh paling banyak dari tiga hal, yaitu kehormatan, pendapatan dan keamanan.
Komentar
Posting Komentar