ANALISIS JURNAL PAK MUSLIM MUFTI
Gautama (2008),mengatakan bahwasaanya secara eksplisit menjelaskan strategi menenangkan pemilihan langsung. Gautama menjelaskan secara komprehensif tentang strategi memenangkan pemilihan langsung, baik dalam pemilihan presiden, legislatif, dan kepala daerah yang menjelaskan tentang bagaimana strategi memenangkan harus diatur dengan mempertimbangkan lingkungan politik, seperti organisasi sosil, ekonomi dan budaya.
Mengutip teks diatas, saya beranggapan bahwa sistem pemilihan langsung ataupun tidak langsung melibatkan sejumlah besar partisipasi publik yang membuat para pemimpin terpilih lebih sah dengan adanya strategi itu sangatlah dipergunakan. Teks diatas, merupakan teori elite politik menurut Suzanna Keller yang kedua. Bahwasannya "ada sejumlah kaum elite yang berkoeksistensi, berbagi kekuasaan, tanggungjawab, dan hak-hak atau imbalan". Dijelaskan, bahwa adanya strategi memenangkan pemilihan itu mempertimbangkan lingkungan politik yang didalamnya terdapat sekumpulan organisasi sosial, dimana mempunyai bantuan dari organisasi tersebut agar terpilihnya calon kepala daerah karena adanya kekuasaan yang dimiliki.
"Dalam pemilihan Walikota Bandung tahun 2003, persaingan diantara ketiga sangatlah tajam. Mereka adalah Dada Rosada dan Jused Porwasuganda didukung oleh Partai Politik Nasional, sedangkan A. A Tarmana didukung oleh Partai-Partai Islam dan faksi TNI Polri".
Dari teks diatas, saya beranggapan bahwa pemilihan diantara Dada Rosada, Jused Porwasuganda, dan A. A Tarmana itu dilihat dari sudut pandang lembaga atau organisasi. Dimana pandangan ini berdasarkan organisasi yang menjadi pendukung elite dalam peranannya pada masyarakat.
"Kepala tim sukses Dada Rosada dan Ayi Vivananda menyatakan (Wawancara dengan Ketua Tim Sukses Asep Dedi Ruyadi) bahwa Dada Rosada adalah kandidat petahana. Modal mereka yang paling signifikan adalah popularitas mereka, yang hampir 100%. Dengan dukungan besar dari Golongan Karya, PDIP, PBB, PD, PAN, PPP, dan PDS, peluang untuk memenangkan pemilu sangat besar. Kandidat ini juga didukung oleh banyak organisasi, seperti Persis, Muhammadiyah, NU, dan FPI. MUI Bandung secara tidak resmi juga mendukung mereka, ditandai dengan dukungan ketua dan beberapa ulama. Dukungan ini telah membawa Dada Rosada dan Ayi Vivananda ke kemenangan Pemilihan Walikota Bandung 2008 dengan 65% suara".
Dari teks diatas, maka hasil dari pemilihan suara tersebut terpilih yaitu Dada Rosada dan Ayi Vivananda yang menjadi elite dimana Dada Rosada telah berhasil menjadi seseorang yang menduduki jabatan tinggi dalam lapisan masyarakat.
Mengutip teks diatas, saya beranggapan bahwa sistem pemilihan langsung ataupun tidak langsung melibatkan sejumlah besar partisipasi publik yang membuat para pemimpin terpilih lebih sah dengan adanya strategi itu sangatlah dipergunakan. Teks diatas, merupakan teori elite politik menurut Suzanna Keller yang kedua. Bahwasannya "ada sejumlah kaum elite yang berkoeksistensi, berbagi kekuasaan, tanggungjawab, dan hak-hak atau imbalan". Dijelaskan, bahwa adanya strategi memenangkan pemilihan itu mempertimbangkan lingkungan politik yang didalamnya terdapat sekumpulan organisasi sosial, dimana mempunyai bantuan dari organisasi tersebut agar terpilihnya calon kepala daerah karena adanya kekuasaan yang dimiliki.
"Dalam pemilihan Walikota Bandung tahun 2003, persaingan diantara ketiga sangatlah tajam. Mereka adalah Dada Rosada dan Jused Porwasuganda didukung oleh Partai Politik Nasional, sedangkan A. A Tarmana didukung oleh Partai-Partai Islam dan faksi TNI Polri".
Dari teks diatas, saya beranggapan bahwa pemilihan diantara Dada Rosada, Jused Porwasuganda, dan A. A Tarmana itu dilihat dari sudut pandang lembaga atau organisasi. Dimana pandangan ini berdasarkan organisasi yang menjadi pendukung elite dalam peranannya pada masyarakat.
"Kepala tim sukses Dada Rosada dan Ayi Vivananda menyatakan (Wawancara dengan Ketua Tim Sukses Asep Dedi Ruyadi) bahwa Dada Rosada adalah kandidat petahana. Modal mereka yang paling signifikan adalah popularitas mereka, yang hampir 100%. Dengan dukungan besar dari Golongan Karya, PDIP, PBB, PD, PAN, PPP, dan PDS, peluang untuk memenangkan pemilu sangat besar. Kandidat ini juga didukung oleh banyak organisasi, seperti Persis, Muhammadiyah, NU, dan FPI. MUI Bandung secara tidak resmi juga mendukung mereka, ditandai dengan dukungan ketua dan beberapa ulama. Dukungan ini telah membawa Dada Rosada dan Ayi Vivananda ke kemenangan Pemilihan Walikota Bandung 2008 dengan 65% suara".
Dari teks diatas, maka hasil dari pemilihan suara tersebut terpilih yaitu Dada Rosada dan Ayi Vivananda yang menjadi elite dimana Dada Rosada telah berhasil menjadi seseorang yang menduduki jabatan tinggi dalam lapisan masyarakat.
Komentar
Posting Komentar